Cascading Style Sheet (CSS)
Juni 24, 2010
utami99
Mungkin CSS sudah tidak asing lagi bagi teman2ku mari kita bahas lebih lanjut dan mudah-mudahan bermanfaat.
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna body teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri/kanan/atas/bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokument. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda
Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal. Jika internal yang dipilih, maka script itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain. Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka script CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[5]
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana script CSS dipisahkan dan diletakkan dalam file khusus. Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju file CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di script tersebut
- Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
- Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
- Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran file dan kecepatan downloading.
- Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
- Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat diberbagai browser
- CSS adalah layouting “Masa Depan” dengan penggabungan bersama XHTML.
Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal. Jika internal yang dipilih, maka script itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain. Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka script CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[5]
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana script CSS dipisahkan dan diletakkan dalam file khusus. Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju file CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di script tersebut
- Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
- Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
- Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran file dan kecepatan downloading.
- Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
- Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat diberbagai browser
- CSS adalah layouting “Masa Depan” dengan penggabungan bersama XHTML.
Entry Filed under: Uncategorized
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
